Rabu, 04 Juli 2012

Cara Hanya Menampilkan Judul Posting Di Homepage

Cara Hanya Menampilkan Judul Posting Di Homepage

Panduan Blogspot kali ini kita akan membahas Cara menampilkan hanya judul posting di homepage.Mungkin sahabat cahaya sekalian pernah melihat sebuah blog yang pada homepage/beranda blognya hanya tampak judul postingannya saja.Emang sih dengan hanya menampilkan judul posting di homepage blog,maka kita bisa menghemat ruang sehingga kita bisa menampilkan banyak posting di homepage/halaman depan blog kita.

Dengan cara ini,sahabat cahaya bisa menampilkan banyak posting di homepage/halaman depan blog sahabat.Dengan begitu,kemungkinan postingan blog sahabat banyak dibaca para pengunjung sangat besar.Apakah sahabat sekalian tertarik dengan tutorial ini,ayo langsung saja kita mulai,ikuti beberapa langkah berikut.

Cara Membuat Marquee/Tulisan Berjalan Di Blog

Cara Membuat Marquee/Tulisan Berjalan Di Blog
Panduan Blogspot kali ini akan membahas cara membuat marquee/tulisan berjalan di blog.Marquee/tulisan bergerak ini sangat diminati para blogger,karena tampilannya yang dinamis dan sangat menarik untuk di lihat.Tetapi sahabat cahaya jangan terlalu banyak memakai marquee di blog,ntar para pengunjung bingung karena tulisan di blog sahabat pada berjalan,hehe,,,.Cara membuatnya juga cukup mudah,apa saja yang dibutuhkan untuk membuat marquee?.Langsung saja kita mulai bahasan cara membuat marquee/tulisan berjalan di blog. 

Marquee ini bisa di buat dengan menggunakan tag <marque>.....</marque>
Atribut yang biasa di gunakan adalah :
DIRECTION="left,right,up,down"-->Mengatur arah gerakan teks

BGCOLOR="Warna"-->Untuk mengatur warna background (latar belakang) teks

BEHAVIOR="scroll,slide,alternate"-->untuk mengatur prilaku gerakan

scroll-->teks bergerak berputar
slide-->teks bergerak sekali lalu berhenti
alternate-->teks bergerak bolak-balik

SCROLLAMOUNT="angka"-->mengatur kecepatan dalam pixel,semakin besar angka semakin cepat gerakannya.

WIDTH="Lebar"-->mengatur lebar blok teks dalam pixel atau persen.

Ayo Belajar Mudah Dan Cepat Ushul Fiqih (part 15)


KAIDAH KE EMPAT BELAS

ارتكاب المحظور نسيانا أو خطأ أو إكراها
Hukum melakukan hal yang dilarang, atau meningalkan suatu kewajiban  karena lupa atau salah tanpa disengaja, atau dipaksa.

والخطأ الإكراه والنسيان      أسقطه معبدونا الرحمن

لكن مع الإتلاف يثبت البدل     وينتفي التأثيم عنه والزلل
( al khotho u al ikroohu wan nisyanu asqothohu ma'budunar rahmanu

lakin ma'al itlaafi yusbitul badhalu wa yantafiyal taksiimu 'anhu waz zalalu)

salah ( tanpa di segaja) da dipaksa serta lupa adalh dimaafkan oleh sembahan kita yang maha pemurah , namun jika merugikan harus mengantinya sehingga dia tidak mendapat dosa dan kesalahan ).

PembahAsan ini terbagi dalam tiga pasal :



Ayo Belajar Mudah Dan Cepat Ushul Fiqih (part 14)


KAIDAH KE TIGA BELAS  

الوسائل تعطى أحكام المقاصد
( al wasailu tu'thii ahkamul maqosid )
Artinya :  semua sarana suatu perbuatan hukumnya sama dengan tujuannya ( perbuatan trersebut ).
Dalam kitab mandhumah qowaidul fiqhiyyah karya as syeikh abdur rahman as sa'diy dikatakan :
وسائل الأمور كالمقاصد واحكم بهذا الحكم للزوائد

Wasaa ilul umuri kal maqoosidi  wahkum bihaadhal hukmi lizzawaid

Semua sarana untuk melakukan suatu perbuatan hukumnya sama dengan tujuan perbuatan itu maka hukumilah dengan hukum tersebut  sebagai penyempurna.
Adapun kaidah yang terkenal dikalangan fuqoha'  adalah :

 للوسائل حكم المقاصد  ( lilwasaaili hukmul maqoosidi ) hukum sarana suatu pebuatan sama dengan hukum perbuatannya,  sebagain ulaam yag lain menjelaskan : الأمر بالشيء يشمل ما يتم به ذالك الشيء   ( al amru bis syai yasmulu maa yatimu bihi dhalikas syai) artinya : suatu perbuatan ( perkara) hukumnya mencakup semua sarana yang menyempurnakan perbuatan ( perkara ) tersebut. ( lihat kitab syarah mandhumah qowaidul fiqhiyyah li syeikh abdur rahman as sa'diy  karya as syeikh ubaid al jaabirii ) 

Ayo Belajar Mudah Dan Cepat Ushul Fiqih (part 13)


KAIDAH KE DUA BELAS
الأصل في العبادات التحريم
Al aslu fil ibaadari at tahrim ( hukum asal ibadah adalah haram )
Dalam mandhumah qowaidil fiqhiyyah nya as syeikh as sa'dhiy dikatakan:

وليس مشروعا من الأمور غيرُ الذي في شرعنا مذكور

Walaisal masru'an minal umuri ghoirul ladhi fi syar'inaa madhkurun
( dan semua perkara agama yang tidak ada dalam syari'at kita maka itu bukanlah syari'at islam )
sebagaian ulama mengungkapan kaidah ini dengan redaksi yang berbeda  diantaranya:
الأصل في العبادات الحظرالا بنص
Al aslu fil ibaadaati al khatri illa binassin ( hukum asal dalam semua ibadah adalah haram kecuali ada nash yang mensyariatlannya)
Dalam mulakhos qowaidul fiqhiyyah as syeikh al usaimin yang di ringkas oleh abu humaid abdullah al falasy dikatakan dalam kaidah ke  empat belas:
  القاعدة الرابعة عشرة: الأصل في العبادات المنع.

Hukum asal dalam semua ibadah adalah dilarang.

هذا فيه قاعدة: الأصل في العبادات التحريم. فلا يجوز للإنسان أن يتعبد لله - عز وجل - بعبادة، إلا إذا ورد دليل من الشارع بكون تلك العبادة مشروعة. ولا يجوز لنا أن نخترع عبادات جديدة، ونتعبد الله - عز وجل - بها، سواءً عبادة جديدة في أصلها، ليست مشروعة، أو نبتدع صفة في العبادة ليست واردة في الشرع، أو نخصص العبادة بزمان أو مكان .

Dalam mandhumah diatas terdapat kaidah : hukum asal dalam peribadatan adalah haram, maka tidak boleh bagi siapaun untuk beribadah kepada allah SWT dengan suatu ibadah kecuali ada dalil dari al qur'an dan as sunnah yang mensyariatkan ibadah tersebut, dan tidak boleh bagi kita untuk membuat suatu bentuk ibadah-ibadah  yang baru dan kita beribadah kepada allah  dengannya, baik dalam bentuk ibadah yang baru yang kita ada-adakan  dan tidak ada syari'atnya, atau menambah bentuk ibadah yang ada dengan sifat dan tata cara yang tidak ada contohnya dalam syari'at, atau kita mengkhusukan suatu ibadah pada waktu tertentu dan tempat tertentu yang tidak ada dalilnya dari al qur'an dan as sunnah.

Ayo Belajar Mudah Dan Cepat Ushul Fiqih (part 12)


KAIDAH KESEBELAS

والأصل في عاداتنا الإباحة حتى يجيء صارف الإباحة
Wal aslu fi 'aadaatinal ibaahati hatta yajii u sooriful ibahah
Artinya : dan hukum asal dalam kebiasaan ( adat istiadat ) adalah boleh saja sampai ada dalil yang memalingkan dari hukum asal.

هذه القاعدة من القواعد المندرجة تحت قاعدة "اليقين لا يزال بالشك". والمراد بالعادات: ما لا يتقرب به الإنسان، ويتعبد به. ويراد بالإباحة: الإذن في فعل الشيء، وفي تركه.
ويدل على هذه القاعدة -أن الأصل في العادات الإباحة- عدد من النصوص الشرعية، منها قول الله - عز وجل - { هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا } (سورة البقرة آية : 29)

Kaidah ini termasuk dalam ruang lingkup pembahasan kaidah "hal yang pasti  diyakini tidak gugur dengan keraguan ( "اليقين لا يزال بالشك")
Adapun yang dimaksud dengan kebiasaan ((العادات adalah : apa saya yang dilakukan seorang hamba dalam kehidupan sehari-hari  bukan  untuk mendekatkan diri kepada allah dan bukan merupakan ibadah, dalam syarahnya as syeikh ubaid al jabiri dikatakan ((العادات jamak dari kata : عادة  adapun maknanya : ما اعتاده الناس  apa saya yang biasa di kerjakan dan dilakukan oleh manusia, dan setiap kaum, kabilah , masyarakat dan negara memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda, dan hukum asal dari kebiasaan adat istiadat adalah boleh selama tidak menyelisihi hukum syar'ii, ( pent.) adapun yang dimaksud dengan boleh ( الإباحة) adalah : boleh mengerjakan sesuatu  ataupun meninggalkannya.
Adapun dalil dari kaidah ini adalah beberapa nash-nash  syar'ii diantaranya
Dalil dari al qur'an
firman Allah SWT : { هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا } (سورة البقرة آية : 29)
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu ( QS al baqarah : 29 )
Firman allah SWT :
 هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ (15)

 Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. ( QS al mulk : 15 )
Firman Allah SWT :
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik ( QS al a'raf: 32 ) . dari ayat ini kita dapat mengambil faedah bahwasanya hukum asal perhiasan serta apa saya yang allah anugerahkan buat hambanya adalah boleh dan halal.
Dalil dari as sunnah

Ayo Belajar Mudah Dan Cepat Ushul Fiqih (part 11)


KAIDAH KESEPULUH :

الأصل في الأبضاع واللحوم والنفس والأموال التحريم

hukum asal dalam hal perkawinan ( kemaluan ), daging hewan  dan jiwa/nyawa dan harta adalah haram

والأصل في الأبضاع واللحوم تحريمها حتى يجيء الحل والنفس والأموال إلا للمعصوم فافهم هداك الله ما يُمل  لعلها "ما يَحِلُ" .

Hukum asal perkawinan ( kemaluan )  dan daging ( hewan ) adalah haram sampai ada sebab yang menghalalkanya, begitu juga hukum asal  jiwa (kehormatan ) kecuali karena perang maka fahamilah semoga allah memberikan petunjuk terhadap apa yang kamu harapkan ( munkin yang bagus adalah يمل  diganti يحل   )

الأصل في الأبضاع التحريم. البُضع: قطعة اللحم، في لغة العرب. وفي الاصطلاح يطلق على ثلاثة معان:

Hukum asal dalam hal perkawinan ( kemaluan ) adalah haram , kata البضع  ( al budh'u) artinya dalam bahasa arab : adalah potongan daging , adapun arti secara istilah syar'ii mencakup tiga hal :

المعنى الأول: الفرج. ولا شك أن الأصل في الفروج التحريم، فلا تستعمل إلا في ما جاء دليل بحله وجوازه. ودليل ذلك: قول الله - عز وجل - { وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) } (سورة المؤمنون آية : 5-7) .

Makna yang pertama ( البضع ) adalah : الفرج  / kemaluan .
Dan tidak diragukan bahwasanya hukum asal dalam hal kemaluan adalah haram, maka tidak boleh memakai dan menjamahnya kecuali ada dalil ( sebab) yang membolehkan dan menghalalkanya untuk menjamahnya, adapun dalilnya adalah :
5.  Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6.  Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[*]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal Ini tiada terceIa. 7.  Barangsiapa mencari yang di balik itu[**] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
 [*]  Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan Biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan Ini bukanlah suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya ( pent.)
[**]  Maksudnya: zina, lesbiaan, homoseksual, dan sebagainya ( pent.)

وجاء في الحديث أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال في النساء: " اتقوا الله في النساء، فإنكم استحللتم فروجهن بكلمة الله " فدل ذلك على أن الأصل في النساء تحريم الفروج، حتى يأتي أمر يحلها، وهو كلمة الله. والمراد بكلمة الله -على الصحيح- عقد النكاح. إلى غير ذلك، من النصوص الواردة في تحريم الأبضاع، بمعنى الفروج .

Dan dalam sebuah hadist , rasulullah bersabda tentang kehormatan perempuan : " bertakwalah kepada allah dalam mempergauli istri-istri kalian , karena sesungguhnya kalian dihalalkan menjamah (menjima') kemaluan istri kalian dengan kalimat allah "
Maka dari hadist ini ( dan ayat sebelumnya pent.) dapat kita  ketahui bahwasannya hukum asal perempuan dan kehormatan serta kemaluannya adalah haram sampai ada sebab yang menghalalkannya yaitu dengan kalimat allah, sedang yang dimaksud kalimat allah dalam hadist tersebut – yang benar – adalah : ikatan pernikahan, dan masih banyak lagi dalil-dalil yang lainya dalam al qur'an dan as sunnah yang mengharamkan al abdho' yaitu kemaluan.